
Dirjen Badilag Wahyu Widiana sedang mengevaluasi laporan sidang keliling dan perkara prodeo melalui SMS Gateway.
Jakarta l badilag.net
Pelaporan biaya perkara, sidang keliling dan perkara prodeo melalui SMS Gateway masih belum optimal. Hingga Senin siang (26/7/2010), dengan rentang Januari-Desember 2010, data-data yang dikirim belum mencapai 50 persen. Padahal, semester pertama tahun anggaran 2010 telah berlalu.
Untuk perkara prodeo, saat tulisan ini dibuat, laporan yang dikirim baru 21 %. Artinya, masih 29 % yang belum melaporkan. Sementara itu, laporan sidang keliling baru 9 %. Artinya, 41 % belum mengirim laporan.
Prosentase tertinggi justru pada pelaporan biaya perkara, yakni 44 %. Dengan demikian, hanya 6 % yang belum melaporkan biaya perkara.
Dirjen Badilag Wahyu Widiana sangat menyayangkan kondisi ini. “Kita sudah punya alatnya, mengapa tidak dipergunakan dengan optimal?” ujarnya.
Rendahnya jumlah laporan sidang keliling dan perkara prodeo dibanding laporan biaya perkara menjadi perhatian tersendiri Dirjen Badilag. Setelah menggali akar persoalannya, sementara ini disimpulkan bahwa hal ini merupakan akibat dari sistem pengelolaan data di tingkat satker. Data mengenai biaya perkara dikelola oleh pihak kepaniteraan. Sementara itu, data mengenai sidang keliling dan perkara prodeo dikelola oleh pihak kesekretariatan.
Dirjen mengingatkan, data mengenai sidang keliling dan perkara prodeo sama pentingnya dengan data biaya perkara. Data-data itu sangat penting untuk penyusunan kebijakan.
“Karena itu, kami mengharapkan agar Panitera/Sekretaris di setiap satker memperhatikan hal ini secara serius,” kata Dirjen. “Kami akan terus memantau perkembangannya. Kami juga tidak segan-segan untuk memberi teguran, sebab persoalan ini sangat strategis bagi peradilan agama secara keseluruhan, dalam rangka menyukseskan program Justice for All.”
Tentu Badilag tidak akan lepas tangan. Satker-satker yang mengalami kendala teknis dalam pemanfaatan SMS Gateway akan dipandu untuk menyelesaikannya. Untuk lebih jelasnya, silahkan klik pengumuman berikut ini.
Wewenang baru
Sekedar untuk diketahui, berbeda dengan sebelumnya, mulai tahun anggaran 2011, Badilag diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan, monitoring dan evaluasi sidang keliling dan perkara prodeo. Pada tahun anggaran sebelumnya, soal perencenaan dilakukan oleh Badan Urusan Administrasi (BUA).
“Dalam rangka melakukan perencanaan anggaran itulah Badilag membutuhkan data-data yang cepat, akurat, agar dapat disusun kebijakan yang tepat,” kata Dirjen Badilag.
Dirjen kembali menegaskan, SMS Gateway diciptakan untuk memudahkan sistem pelaporan. Dengan menggunakan SMS, diharapkan pelaporan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan murah. Saat ini, pengadilan agama di seluruh Indonesia sudah terjangkau jaringan komunikasi nirkabel.
Pilihan lainnya adalah menggunakan fasilitas internet. Setiap satker dapat mengirimkan laporannya dengan membuka website yang disediakan khusus untuk itu. Hanya, masalahnya, tidak seluruh satker punya jaringan internet.
Alternatif terakhir adalah mengirim laporan dengan cara manual, yakni menggunakan surat atau fax. Bila menggunakan surat, waktu yang dibutuhkan lebih panjang. Pengolahan data pun memerlukan waktu yang cukup lama. Sementara itu, dengan memakai fax, laporan memang bisa terkirim lebih cepat, namun lagi-lagi kurang praktis bila dikaitkan dengan pengolahan data.
“Dalam menjalankan program besar Justice for All, kita harus bekerja secara efektif dan efisien. Nah, teknologi seperti SMS Gateway ini bisa sangat membantu,” seru Dirjen.
Data-data yang dilaporkan melalui SMS Gateway akan diolah, dianalisis, dan disimpulkan untuk melakukan perencanaan anggaran tahun 2011. Bila sebuah satker tidak mengirimkan laporan sidang keliling dan perkara prodeo, tentu Badilag akan mengalami masalah dalam hal penyusunan anggaran untuk satker tersebut.
(hermansyah)
kirim ke teman |
versi cetak